6 Tanda dan Gejala Global Developmental Delay atau Keterlambatan Umum Pada Anak

6 Tanda dan Gejala Global Developmental Delay atau Keterlambatan Umum Pada Anak

Keterlambatan perkembangan umum atau global developmental delay merupakan keadaan keterlambatan perkembangan yang bermakna pada dua atau lebih ranah perkembangan. Secara garis besar, ranah perkembangan anak terdiri atas motor kasar, motor halus, bahasa / bicara, dan personal sosial / kemandirian. Sekitar 5 hingga 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Data angka kejadian keterlambatan perkembangan umum belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum.

Istilah keterlambatan perkembangan umum dapat digunakan untuk anak berusia di bawah 5 tahun, sedangkan retardasi mental umumnya dipakai untuk anak yang lebih tua dimana tes IQ dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan dengan reliabilitas yang lebih baik. Anak dengan gangguan perkembangan umum tidak selalu mengalami retardasi mental di kemudian hari. Orang tua sebaiknya mengenal tanda bahaya (red flags) perkembangan anak yang sederhana seperti yang tercantum di bawah ini. Jika orang tua menemukan salah satu tanda bahaya di bawah ini, sebaiknya jangan menunda dan segeralah memeriksakan buah hatinya ke tenaga kesehatan terdekat.

1. Tanda bahaya perkembangan motor kasar

  • Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
  • Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan
  • Hiper / hipotonia atau gangguan tonus otot
  • Hiper / hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh
  • Adanya gerakan yang tidak terkontrol

2. Tanda bahaya gangguan motor halus

  • Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan
  • Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun
  • Eksplorasi oral (seperti memasukkan mainan ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan
  • Perhatian penglihatan yang inkonsisten

3. Tanda bahaya bicara dan bahasa (ekspresif)

  • Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda pada usia 20 bulan
  • Ketidakmampuan membuat frase yang bermakna setelah 24 bulan
  • Orang tua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan

4, Tanda bahaya bicara dan bahasa (reseptif)

  • Perhatian atau respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu member respons
  • Kurangnya join attention atau kemampuan berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan
  • Sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan

5. Tanda bahaya gangguan sosio-emosional

  • 6 bulan: jarang senyum atau ekspresi kesenangan lain
  • 9 bulan: kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah
  • 12 bulan: tidak merespon panggilan namanya
  • 15 bulan: belum ada kata
  • 18 bulan: tidak bisa bermain pura-pura
  • 24 bulan: belum ada gabungan 2 kata yang berarti
  • Segala usia: tidak adanya babbling, bicara dan kemampuan bersosialisasi / interaksi

6. Tanda bahaya gangguan kognitif

  • 2 bulan: kurangnya fixation
  • 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda
  • 6 bulan: belum berespons atau mencari sumber suara
  • 9 bulan: belum babbling seperti mama, baba
  • 24 bulan: belum ada kata berarti
  • 36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s