Faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik anak

Faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik :

  • Faktor Genetik. Individu yang mempunyai beberapa faktor keturunan yang dapat menunjang perkembangan motorik misalnya otot kuat, syaraf baik, cerdas, menyebabkan perkembangan motorik aindividu tersebut menjadi baik dan cepat.
  • Faktor Kesehatan pada Periode Pranatal. Janin yang selama dalam kandungan dalam keadaan sehat, tidak keracunan, tidak kekurangan gizi, tidak kekurangan vitamin, dapat membantu memperlancar perkambangan motorik anak.
  • Faktor Kesulitan dalam Kelahiran. Anak yang mengalami kesulitan dalam kelahiran, misalnya dalam perjalanan kelahiran, kelahiran dengan bantuan alat (vakum, tang) sehingga anak mengalami kerusakan otak, akan memperlambat perkembangan motorik anak.
  • Faktor Kesehatan dan Gizi. Kesehatan dan gizi yang baik pada awal kehidupan pasca lahir akan mempercepat semua bagian tubuh, akan memprecepat perkembangan motorik.
  • Rangsangan. Adanya rangsangan, bimbingan dan kesempatan anak untuk menggerakan semua bagian tubuh, akan mempercepat perkembangan motorik.
  • Perlindungan. Perlindungan yang berlebihan sehingga anak tidak ada waktu untuk bergerak, misalnya anak hanya digendong terus, ingin naik tangga tidak boleh, akan menghambat perkembangan motorik anak.
  • Prematur. Kelahiran sebelum masanya disebut prematur, biasanya memperlambat perkembangan motorik.
  • Kelainan. Individu yang mengalami kelainan, baik fisik maupun psikis, sosial, mental, biasasanya mengalami kehambatan perkembangan motorik.
  • Kebubayaan. Peraturan daerah setempat dapat mempengaruhi perkembangan motorik anak. Misalnya ada daerah yang tidak mengizinkan anak putri naik sepeda, maka tidak akan diberi pelajaran naik sepeda roda tiga.
  • Perkembangan motorik tergantung pada kematangan syaraf, contohnya gerakan-gerakan bayi yang baru lahir bersifat gerakan refleks. Ini karena kemasakan pusat syaraf yang lebih rendah dari pada otak, yang bertempat dalam urat syaraf tulang belakang yang mempengaruhi gerakan refleks pada waktu lahir berkembang lebih baik dari pada pusat syaraf yang terdapat didalam otak.
  • Belajar keterampiln motorik tidak terjadi sebelum anak matang untuk suatu perkembangan. Misalnya belajar berjalan pada anak akan sia-sia kalau syaraf dan otot untuk berjalan belum masak. Bahkan kalau dipaksakan akan memberi pengaruh negatif pada anak.
  • Perkembangan motorik mengikuti pola yang dapat diramalkan. Dalam hal ini, urutan perkembangan motorik sesuai dengan hukum Cephalocaudal dan hukum Proximodistal. Hukum Cephalocaudal menetapkan bahwa perkembangan motorik menyebar keseluruh tubuh mulai dari kepala menuju ujung kaki. Contohnya dapat terlihat bahwa bayi mula-mula dapat menggerakan bagian kepala dari pada bagian kaki. Bayi sudah dapat mengangkat kepala sampai 45% tetapi kaki belum mampu untuk berdiri.
  • Hukum Proximodistal menerangkan bahwa perkembangan motorik dari titik poros tengah tubuh menuju ke anggota-anggota tubuh. Contohnya tampak waktu bayi menjangkau benda. Untuk menjangkau benda, bayi menggunakan bahu sebelum dapat menggunakan siku, pergelangan tangan, dan jari-jari tangan. Perkembangan berikutnya bayi dapat meraih benda dengan sikunya, dan berkembang lagi sehingga dapat meraih dengan telapak tangannya, akhirnya dapat mejumput benda dengan ibu jari dan telunjuknya. Dari contoh ini tampak bahwa motorik kasar berkembang terlebih dahulu, selanjutnya diikuti perkembangan motorik halus. Perkembangan motorik kasar dibantu oleh otot-otot kasar, misalnya otot bahu, otot pergelangan tangan. Sedanghan perkembangan motorik halus dibantu oleh otot-otot halus, misalnya otot-otot yang terdapat pada jari-jari tangan, jari-jari kaki, bibir, dan sebagainya.
  • Penentuan norma perkembangan motorik.. Karena perkembangan motorik dapat diramalkan, maka dapat diketahui umur berapa awal suatu perkembangan dimulai. Berdasarkan umur rata-rata suatu awal perkembangan motorik, dimungkinkan untuk menentukan norma bentuk kegiatan motorik lainnya. Norma tersebut dapat digunakan untuk petunjuk atau untuk menilai normal tidaknya perkembangan anak.
  • Perbedaan individu dalam laju perkembangan motorik. Walaupun tahap-tahap perkembangan motorik anak mempunyai urutan tetap, tetapi ada variasi mengenai kapan suatu perkembangan motorik dilakukan anak. Misalnya ada anak yang sudah dapat duduk dengan dibantu dan kepala tegak pada umur setengah bulan, tetapi anak lain baru bias melaksanakan kegiatan tersebut pada umur tiga bulan. Contoh lain ada anak yang dapat duduk tanpa batuan pada umur enam setengah bulan, tetapi anak lain baru dapat melaksakan kegiatan pada umur sepuluh bulan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s