RETINOPATI PREMATURITAS, GANGGUAN MATA PADA BAYI PREMATUR

Dr Widodo Judarwanto pediatrician

Bayi prematur berisiko tinggi menderita retinopati prematuritas (ROP) atau gangguan pembentukan pembuluh darah retina pada bayi prematur. Jika tidak segera diterapi, pasien bisa buta.

Jika lahir kurang bulan menurut masa gestasi (usia kehamilan), 37-42 minggu, bayi dinyatakan prematur. Karena lahir belum waktunya, pembentukan organ tubuh belum selesai.Menurut dokter spesialis mata Vera Sumual, Selasa (24/6) di Jakarta, retinopati prematuritas (ROP) adalah gangguan vasoproliferasi retina imatur (gangguan saraf mata yang belum matang pada bayi prematur).

Selama ini ROP menjadi penyebab utama kebutaan pada anak-anak di negara berkembang.Kelahiran prematur di Amerika Serikat sekitar 11 persen dari seluruh bayi lahir dan lebih dari 2.000 bayi terkena RP. Di Indonesia, pada tahun 2004-2005 dari 37 bayi prematur yang diperiksa, 33,3 persen terkena ROP. Pengobatan ROP berat atau stadium progresi dapat dilakukan dengan krioterapi (terapi pembekuan bagian pinggir retina) atau fotokoagulasi laser retina oleh dokter spesialis mata terlatih. Dengan cara ini, angka kebutaan turun sampai 25 persen, penglihatan setelah pengobatan tetap tidak baik

Retinopati Pada Prematur

Retinopati Pada Bayi Prematur adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan pada pembentukan pembuluh darah retina pada bayi prematur.Retinopati yang berat ditandai dengan proliferasi pembuluh retina, pembentukan jaringan parut dan pelepasan retina.
PENYEBAB
  • Pembuluh darah retina mulai terbentuk pada 3 bulan setelah pembuahan dan terbentuk sempurna pada saat lahir. Jika bayi lahir prematur, maka perkembangannya terganggu. Pembuluh darah retina akan mulai terbentuk lagi pada saat keadaan umum bayi membaik dan kebanyakan akan berkembang secara sempurna.
  • Pada retinopati karena prematuritas, pembuluh darah tumbuh secara abnormal yaitu ke dalam cairan jernih yang mengisi mata bagian belakang. Disini pembuluh darah tidak memiliki jaringan penyokong sehingga sangat rapuh dan sering mengalami perdarahan ke dalam mata. Hal ini akan diikuti oleh pembentukan jaringan parut yang menarik retina dari lapisan bagian dalamnya ke arah pusat bola mata sehingga retina terlepas. Bisa terjadi gangguan penglihatan, atau jika keadaanya berat, bisa menyebabkan buta total.Bayi prematur banyak yang mengalami pertumbuhan retina abnormal yang sifatnya sementara dan akan diikuti oleh pertumbuhan yang normal tanpa harus menjalani pengobatan.
  • Hanya 1 diantara 10 bayi yang menderita retinopati yang lebih berat.Dulu, pemakaian oksigen yang berlebihan bisa merangsang pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal. Saat ini, pemakaian oksigen bisa dipantau secara akurat dan mudah, sehingga gangguan pertumbuhan pembuluh darah jarang terjadi.Saat ini, resiko terjadinya retinopati karena premturitas sebanding dengan beratnya prematuritas; bayi yang paling kecil memiliki resiko yang paling tinggi.
GEJALA
  • Retinopati yang berat bisa menyebabkan gejala berikut:# Leukokoria (pupil berwarna putih)# Nistagmus (gerakan bola mata yang abnormal)# Strabismus (juling)# Miopia (rabun dekat).
DIAGNOSA
  • Retinopati karena prematuritas bisa didiagnosis dengan bantuan oftalmoskopi.Pemeriksaan mata pada bayi prematur dilakukan dalam waktu 6 minggu setelah persalinan dan kemudian dilakukan setiap beberapa minggu sampai pembuluh darah retina terbentuk sempurna.Pada bayi yang memiliki jaringan parut akibat retinopati, pemeriksaan mata harus dilakukan setiap 1 tahun seumur hidupnya.
PENGOBATAN
  • Retinopati yang ringan seringkali mengalami proses penyembuhan yang spontan. Tetapi meskipun telah terjadi penyembuhan, bayi memiliki resiko menderita rabun dekat, juling dan gangguan penglihatan.Pada retinopati yang berat, krioterapi (pembekuan bagian pinggir retina) bisa mengurangi resiko terjadinya pelepasan retina dan gangguan penglihatan.Jika telah terjadi pelepasan retina, dilakukan pembedahan untuk mengembalikan retina ke tempatnya.
PENCEGAHAN
  • Pencegahan yang paling efektif adalah mencegah terjadinya kelahiran prematur.Jika bayi lahir prematur dan menderita gangguan pernafasan, maka dilakukan pemantauan ketat terhadap pemakaian oksigen untuk mencegah terlalu tingginya kadar oksigen dalam darah.

www.tumbuhkembanganakku.com

Provided By: TUMBUH KEMANG ANAKKU Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation Address: ***Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 ***MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 2961425208131592-2012 – 08131592-2013 – 08131592-2012 email : judarwanto@gmail.com http://growupclinic.com Facebook: http://www.facebook.com/GrowUpClinic Twitter: @growupclinic Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara. Email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O89683015220 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Copyright © 2015, @TUMBUHKEMBANGANAKKU. Information Education Network. All rights reserved
Iklan

One response to “RETINOPATI PREMATURITAS, GANGGUAN MATA PADA BAYI PREMATUR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s